Hubungan Individu, Keluarga, dan Masyrakat
Individu, Keluarga, dan Masyarakat
Individu
individu adalah merupakan unit terkecil pembentuk
masyarakat. Dalam ilmu sosial, individu berarti juga bagian terkecil dari
kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih
kecil. Sebagai contoh, suatu keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan anak.
Keluarga
Keluarga merupakan sekumpulan orang dengan ikatan
perkawinan, kelahiran dan adopsi yang bertujuan untuk menciptakan, mempertahankan
budaya dan meningkatkan perkembangan fisik, mental, emosional serta sosial dari
tiap anggota keluarga.
Masyarakat
Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah
sistem semi tertutup, di mana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu
yang berada dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" sendiri
berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. sekumpulan individu-individu
yang hidup bersama, bekerja sama untuk memperoleh kepentingan bersama yang
telah memiliki tatanan kehidupan, norma-norma, dan adat istiadat yang ditaati
dalam lingkungannya. Masyarakat berasal dari bahasa inggris yaitu
"society" yang berarti "masyarakat", lalu kata society
berasal dari bahasa latin yaitu "societas" yang berarti
"kawan". Sedangkan masyarakat yang berasal dari bahasa arab yaitu
"musyarak".
Hubungan Individu,Masyarakat dan Keluarga
Aspek individu, keluarga, dan masyarakat adalah aspek-aspek
sosial yang tidak bisa dipisahkan. Keempatnya mempunyai keterkaitan yang sangat
erat. Tidak akan pernah ada keluarga, masyarakat maupun kebudayaan apabila
tidak ada individu. Sementara di pihak lain untuk mengembangkan eksistensinya
sebagai manusia, maka individu membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media
di mana individu dapat mengekspresikan aspek sosialnya. Di samping itu,
individu juga membutuhkan kebudayaan yakni wahana bagi individu untuk
mengembangkan dan mencapai potensinya sebagai manusia.
Urbanisasi
Urbanisasi mengacu pada pergeseran populasi dari daerah
pedesaan ke perkotaan, "peningkatan bertahap jumlah orang yang tinggal di
daerah perkotaan", dan cara-cara di mana setiap masyarakat menyesuaikan
diri dengan perubahan ini.
Faktor penarik
1. Kehidupan kota yang lebih modern
2. Sarana dan prasarana kota lebih lengkap
3. Banyak lapangan pekerjaan di kota
4. Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi lebih baik dan
berkualitas
Faktor pendorong
1. Lahan pertanian semakin sempit
2. Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya
3. Menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa
4. Terbatasnya sarana dan prasarana di desa
5. Diusir dari desa asal
6. Memiliki impian kuat menjadi orang kaya

Komentar
Posting Komentar