MANUSIA dan HARAPAN
MAKALAH ILMU BUDAYA DASAR
Tentang MANUSIA dan HARAPAN
D
I
S
U
S
U
N
OLEH :
Nama : Naufaldi Fadlullah
Kelas : 1IA03
NPM : 55418257
UNIVERSITAS GUNADARMA

BAB I
PENDAHULUAN
1.
Latar Belakang
Harapan atau asa adalah bentuk dasar dari kepercayaan akan sesuatu
yang diinginkan akan didapatkan atau suatu kejadian akan bebuah kebaikan di
waktu yang akan datang. Pada umumnya harapan berbentuk abstrak, tidak
tampak, namun diyakini bahkan terkadang, dibatin dan dijadikan sugesti agar
terwujud. Namun adakalanya harapan tertumpu pada seseorang atau
sesuatu. Pada praktiknya banyak orang mencoba menjadikan harapannya
menjadi nyata dengan cara berdoa atau berusaha. Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa
harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal
sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli
warisnya.Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan
hidup, dan kemampuan masing-masing.
Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu
terjadi, sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan
demikian harapan menyangkut masa depan kita. Kita harus hidup dengan harapan,
tetapi kita tidak bisa hidup menggantung semata pada harapan. Adalah baik untuk
berharap yang terbaik. Tetapi hal itu tidak cukup. Kita tidak bisa hanya
berharap – kita harus bertindak.Sangat menyedihkan, bahwa banyak hal digantung
berlebihan pada harapan – demi perbaikan nasib. Berharap yang terbaik belum
menghasilkan apa-apa. Bekerja dan bertindak – disertai dengan harapan di dalam
hati – adalah hal yang membawa hasil. Kombinasi yang sempurna. Harapan tidak
akan mengecewakan – selama hal itu disertai dengan tindakan dan komitmen.
Harapan tidak bisa mengganti tindakan. Kerjakan apa yang harus dikerjakan –
ada atau tidak ada harapan. Harapkan yang terbaik dan kerjakan apa saja yang
memungkinkan harapan itu terwujud
2.
Rumusan Masalah
·
Pengertian Harapan
·
Menjelaskan pengertian harapan
·
Menyebutkan persamaan harapan dan
cita-cita
·
Menuliskan contoh-contoh harapan
·
Apa sebab manusia mempunyai harapan
·
Menyebutkan penyebab manusia mempunyai
harapan
·
Pengertin Doa
·
Menjelaskan pengertian doa
·
Menyebutkan macam-macam doa
·
Menuliskan contoh-contoh doa
·
Kepercayaan
·
Menjelaskan pengertian kepercayaan
·
Menyebutkan 3 teori kebenaran
·
Kepercayaan dan usaha untuk
meningkatkannya
·
Membedakan 4 kepercayaan
·
Menyebutkan usaha manusia untuk
meningkatkan rasa percaya kepada Tuhannya.
BAB II
PEMBAHASAN
1.
Pengertian harapan
·
Pengertian harapan
Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu
terjadi; sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan
demikian harapan menyangkut masa depan seseorang.
Setiap Manusia Mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti
manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai
harapan, biasanya berupa pesan pesan kepada ahli warisnya.
Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang
mempunyai harapan, Misalnya Rafiq mengharapkan nilai A dalam ujian yang akan
datang, tetapi tidak ada usaha, tidak pernah hadir kuliah. Ia menghadapi ujian
dengan santai. Bagaimana rafiq memperoleh nial A. Luluspun mungkin tidak.
Harapan pun harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri
sendiri, maupun kepercayaan kepada tuhan yang maha esa, agar harapan terwujud,
maka perlu usaha dengan sungguh sungguh
·
Persamaan harapan dan cita-cita
Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri,
maupun kepercayaan kepada Tuhan yang maha esa. Agar harapan terwujud, maka
perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Bila dibandingkan dengan cita-cita, maka
harapan mengandung pengertian tidak terlalu muluk, sedangkan cita-cita pada
umumnya perlu setinggi bintar.
Antara harapan dan cita-cita terdapat persamaan yaitu : keduanya menyangkut
masa depan karena belum terwujud, pada umumnya dengan cita-cita maupun harapan
orang menginginkan hal yang lebih baik atau meningkat.
·
Contoh harapan
Saya seorang mahasiswa yang sedang menuntut ilmu dan sedang mengejar mimpi
untuk membahagiakan semua orang yang saya sayangi, semoga Allah mempermudah
usaha hambanya ini, aaamiiiinnn ya Allah.
2.
Apa sebab manusia mempunyai
harapan
Menyebutkan sebab manusia mempunyai harapan
Menurut Kodratnya manusia itu adalah makhluk Soial. Setiap lahir ke dunia
langsung disambut dalam suatu pergaulan hidup, yakni di tengah suatu keluarga
atau anggota masyarakatlainnya. Ada dua hal yang mendorong orang hidup bergaul
dengan manusia lain, yakni dorongan Kodrat, dan dorongan kebutuhan hidup
·
Dorongan Kodrat
Kodrat ialah sifat, keadaan, atau pembawaan ilmiah yang sudah terjelma
dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh tuhan, Misalnya menangis,
bergembira, berfikir, berjalan, berkata, dan lain lain. Dorongan Kodrat
menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau harapan, misalnya menangis,
tertawa, ,bergermbira, dan sebagainya. Dan dengan kodrat inilah manusia
memiliki harapan.
·
Dorongan Kebutuhan Hidup
Sudah kodrat pula bahwa manusia mempunyai bermacm macam kebutuhan hidup,
kebutuhan hidup itu pada garis besarnya dapat di bedakan atas : kebutuhan
jasmani dan kebutuhan rohani
Menurut Abraham Maslow sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau
kebutuhan manusia itu ialah :
·
Kelangsungan hidup (survival)
·
Keamanan (safely)
·
Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai
(be loving and love)
·
Diakui lingkungan (status)
·
Pewujudan cita-cita (self actualization)
·
Kelangsungan hidup (survival)
Untuk melangsungkan hidupnya manusia membutuhkan sandang, pangan, dan papan
(tempat tinggal). Kebutuhan kelangsungan hidup ini terlihat sejak bayi lahir.
Setiap bayi begitu lahir di bumi menangis, ia telah mengharapkan diberi
makan/minum. Kebutuhan makan dan minum ini terus berkembang sesuai dengan
perkembangan hidup manusia.
·
Keamanan
Setiap orang membutuhkan keamanan. Sejak seorang anak lahir, ia telah
membutuhkan keamanan. Begitu lahir dengan suara tangis, itu pertanda minta
perlindungan, setelah agak besar, setiap anak menangis dia akan diam setelah di
peluk ibunya setelah bertambah besar ia dilindungi. Rasa aman tidak harus
diwujudkan dengan perlindungan yang Nampak secaara moral pun orang lain dapat
memberi rasa aman.
·
Hak dan Kewajiban mencintai dan dicintai
Tiap orang mempunyai hak dan kewajiban Dengan pertumbuhan manusia maka akan
tumbuh pula kesadaran akan hak dan kewajiban. Karena itu tidak jarang anak anak
remaja mengatakan kepada ayah atau ibunya “Ibu ini kok menganggap reny masih
kecil saja, semua di atur!” itu suatu pertanda bahwa anak itu telah tambah kesadaran
akan hak dan kewajibannya
·
Status
Setiap manusia membutuhkan status. Siapa, untuk apa, mengapa manusia hidup,
dalam lagu “untuk apa” ada lirik yang berbuny “aku ini anak siapa, mengapa aku
ini dilahirkan”. Dari bagian lirik itu kita dapat mengambil kesimpulan. Bahwa
setiap manusia yang lahir di bumi imi tentu akan bertanya tentang statusnya,
status keberadaannya, status keluarga, status dalam masyarakat, dan status
dalam Negara.
·
Perwujudan Cita Cita
Selanjutnya manusia berharap di akui keberadaanya sesuai dengan keahliannya
atau kepangkatannya atau profesinya. Pada saat itu manusia mengembangkan bakat
atau kepandaiaannya agar ia diterima atau diakui kehebatannya.
3.
Pengertian doa
·
Pengertian doa
Doa merupakan sebuah ibadah, bahkan juga inti dari ibadah tersebut sebagai
contoh ibadah haji. Pada hakekatnya ibadah ialah ungkapan dari lahirnya kesadaran nurani atau
perasaan hajat meminta pertolongan atau bantuan Allah SWT.
Namun bukan hanya seseorang yang sedang tertimpa sebuah musibah namun juga
untuk seluruh umat Islam yang masih hidup (diberirahmat dan kehidupan), dalam
keadaan yang masih sehat dan tidak kurang suatu apa pun, sebagai manusia
kiranya kita harus berdoa untuk meminta atau bersyukur berkat rahmat yang maha
kuasa. Agar kita diberi keuatan iman dan takwa agar tetap bisa melakukan segala
perintah-Nya.
Selain itu, jika kita menyadari bahwa situasi yang kita hadapi sehari-hari berputar
seperti roda gerobak. Mungkin hari ini kita bisa beribadah dengan baik dan
tulus, tapi siapa yang tahu hari berikutnya kami memiliki kemalasan suatu?
Mungkin hari ini kita sangat senang, tapi siapa yang tahu besok nasib kita atau
lusa menjadi sebaliknya? Oleh karena itu, dalam kondisi yang baik seperti yang
kita masih perlu berdoa. Muhammad Rosulullah saw. bersabda, “Tiada sesuatu yang
paling mulia dalam -pandangan Allah, selain dari berdoa kepada-Nya, sedang kita
dalam keadaan lapang.” (HR. Al-Hakim).
·
Macam-macam Doa
Di dalam Islam, pelaksnaan doa Qunut secara garis besar terbagi menjadi dua
macam:
·
Qunut Shalat Subuhadalah doa yang dibaca
pada waktu I’tidal (berdiri setelah rukuk) setiap akhir roka’at sholat subuh,
Qunut jenis ini dinilai oleh Ab’adl Sunnah yang mencakup bagian dari doa
sehingga ketika meninggalkan maka dianjurkan menggantinya dengan sujud sahwi.
·
Qunut Shalat Witir merupakan doa
yang dibaca pada waktu I’tidal (berdiri setelah rukuk) setiap akhir roka’at
sholat Witir di babak kedua Ramadhan, dari malam ke-16 Ramadhan sampai akhir
Ramadan, Qunut jenis Sunnah Ab ‘adl dinilai oleh ulama syafi’iyah.
·
Qunut Nazilahmerupakan doa Qunut
dilakukan ketika bencana besar seperti bencana yang melanda wilayah suatu,
kelaparan, musuh menyerang dan sebagainya. Qunut juga membaca dalam waktu
terakhir setiap doa fardlu tapi tidak disarankan / sujud disunnahkan lupa
ketika meninggalkan karena tidak termasuk sunnah Ab’adl.
·
Contoh Doa
·
Doa sebelum makan.
·
Doa sebelum tidur.
·
Doa sholat.
·
Doa sebelum mandi.
·
Doa sesudah makan.
·
Doa untuk orang tua.
4.
Kepercayaan
·
Pengertian tentang kepercayaan
Kepercayaan berasal dari kata percaya. Artinya mengakui atau meyakini akan
kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau
keyakinan akan kebenaran. Ada ucapan yang sering kita dengar ia tidak percaya
pada diri sendiri saya tidak percaya ia berbuat seperti itu atau berita itu
kurang dapat dipercaya. Bagaimana juga kita harus percaya kepada pemerintah
kita harus percaya akan nasehat-nasehat kyai itu, karena nasehat-nasehat itu
diambil dari ajaran Al-Quran.
Dengan contoh berbagai kalimat yang sering kita dengan dalam ucapan
sehari-hari itu, maka jelaslah kepada kita, bahwa dasar kepercayaan itu adalah
kebenaran.
Ada jenis pengetahuan yang dimiliki seseorang. bukan
karena merupakan hasil penyelidikan sendiri, melainkan diterima
dari orang lain. Kebenaran pengetahuan yang didasarkan atas orang lain itu
disebabkan karena orang lain itu dapat dipercaya. Yang diselidiki bukan lagi
masalahnya. melainkan orang yang memberitahukan itu dapat dipercaya atau tidak.
Pengetahuan yang diterima dari orang lain atas kewibawaann yaitu disebut
kepercayaan. Makin besar kewibawaan yang memberitahu mengenai
pengetahuan itu makin besar kepercayaan.
Dalam agama terdapat kebenaran-kebenaran yang dianggap diwahyukan
artinya diberitahukan oleh Tuhan – langsung atau tidak langsung kepada manusia.
Kewibawaan pemberi kebenaran itu ada yang melebihi besamya . Kepercayaan dalam
agama merupakan keyakinan yang paling besar. Hak berpikir bebas, hak atas
keyakinan sendiri menimbulkan juga hak bcr agama menurut keyakinan.
Dalam hal beragama tiap-tiap orang wajib menerima dan menghormati
kepercayaan orang yang beragama itu. Dasarnya ialah keyakinan masing-masing.
·
Menyebutkan 3 teori kebenaran
Kebenaran atau benar amat penting bagi manusia. Setiap orang
mendambakannya, karena ia mempunyai arti khusus bagi hidupnya. Ia merupakan
fokus dari segala pikiran, sikap dan perasaan.
Dalam tingkah laku,ucapan,perbuatan manusia selalu berhati-hati agar mereka
tidak mcnyimpang dan kebenaran.Manusia sadar, bahwa ketidakbenaran dalam
bertindak , berucap maupun bertindak dapat mencemarkan atau menjatuhkan
namanya, seperti peribahasa yang mengatakan, “sekali lancung ke ujian, selama
hidup orang tak percaya”, karena itu, wajadah kalau ketidakbenaran dapat
berakibat kegelisahan, ketidakpastian, dan kedukaan.
Dalam agama Budha ada ajaran yang dinamakan
“jalan utama delapan ruang”. Yang isinya, agar setiap
pemeluknya memiliki pandangan yang benar, perbuatan yang
benar, mata percaharian yang benar,
permatian yang benar, dan konsentrasi yang benar.
Tujuan ajaran itu agar pemeluknya tidak mengalami duka,
kegelisahan,dan ketidakpastian.
Ajaran kebenaran itu juga kita temui dalam
agama-agama lain.Jelaslah bagi kita, bahwa kebenaran atau benar
merupakan kunci kebahagiaan manusia. Itulah
sebabnya manusia selalu berusaha mencari mempertahankan,
mernperjuangkan kebenaran. Dr.Yuyun Suriasumantri dalam
bukunya “filsafat IImu, sebuah pengantar Populer ada
tiga teori kebenaran sebagai berikut :
·
Teori koherensi atau
konsistensi
Yaitu suatu pemyataan dianggap benar bila pemyataan itu bersifat koherensi
atau konsisten dengan pemyataan-pemyataan
sebelumnya yang dianggap benar.
Contoh : setiap manusia akan mati. Paul
Manusia. Paul akan mati
·
Teori korespondensi
Suatu teori yang menjalankan bahwa suatu
pemyataan benar bila materi pengetahuan yang
dikandung pemyataan itu berkorenponden(berhubungan) dengan
obyek yang dituju oleh pernyataan tersebut. Contoh :
Jakarta itu ibukota republik Indonesia
·
Teori pragrnatis
Kebenaran suatu pemyataan diukur dengan kriteria
apakah pemyataan tersebut bersifat fungsional
dalam kehidupan praktis.
Dalam berbagai jenis kebenaran tersebut yang
selalu diusahakan dan dijaga ialah kebenaran
dalam bertindak, berbuat, berucap, berupaya, dan berpendapat, Sebab
ketidakbenaran dalam hal-hal itu akan langsung
mencemarkan atau menjatuhkan nama baiknya, sehingga
orang tidak mempercayainya lagi.
5.
Kepercayaan dan usaha untuk
meningkatkannya
·
Membedakan 4 kepercayaan
Dasar kepercayaan adalah kebenaran. Sumber kebenaran adalah
manusia. Kepercayaan itu dapat dibedakan atas :
·
Kepercayaan pada diri sendiri
Kepercayaan pada diri sendiri itu ditanarnkan setiap pribadi manusia.
Percaya pada diri sendiri pada hakekatnya percaya pada Tuhan Yang Maha
Esa, Percaya pada diri sendiri, menganggap dirinya tidak salah, dirinya
menang, dirinya mampu mengerjakan yang diserahkan atau dipercayakan
kepadanya.
·
Kepercayaan kepada orang
lain
Percaya kepada orang lain itu dapat berupa percaya kepada saudara, orang
tua, guru, atau siapa saja. Kepercayaan kepada orang lain itu sudah tentu
percaya terhadap kata hatinya, perbuatan yang sesuai dengan kata hati, atau
terhadap kebenarannya. Ada ucapan yang berbunyi orang itu dipercaya karena
ucapannya. Misalnya, orang yang berjanji sesuatu harus dipenuhi, meskipun janji
itu tidak terdengar orang lain, apalagi membuat janji kepada orang lain.
·
Kepercayaan kepada pemerintah
Berdasarkan pandanganteokratis menurut etika, filsafat tingkah laku
karya Prof.Ir.Poedjawiyatna, negara itu berasal dari Tuhan. Tuhan langsung
memerintah dan memimpin bangsa manusia, atau setidak-tidaknya Tuhanlah pemilik
kedaulatan sejati, Karena semua adalah ciptaan Tuhan. Semua mengemban
kewibawaan, terutama pengemban tertinggi, yaitu raja, langsung dikaruniai
kewibawaan oleh Tuhan, sebab langsung dipilih oleh Tuhan pula (kerajaan).
Pandangan demokratis mengatakanbahwa kedaulatan adalah dari rakyat, (kewibawaan
pun milik rakyat. Rakyat adalah negara, rakyat itu menjelma pada negara.
Satu-satunya realitas adalah negara). Manusia sebagai seorang (individu) tak
berarti. Orang. mempunyai arti hanya dalam masyarakat, negara. Hanya
negara sebagai keutuhan (totalitas) yang ada, kedaulatan mutlak pada negara,
negara demikian itu disebut negara totaliter. satu-satunya yang mempunyai hak
ialah negara; manusia perorangan tidak mempunyai hak, ia hanya mempunyai
kewajiban (negara diktator)
Jelaslah bagi kita, baik teori atau pandangan teokratis ataupun demokratis
negara atau pemerintah itu benar, karena Tuhan adalah sumber kebenaran. Karcna
itu wajarlah kalau manusia sebagai warga negara percaya kepada
negara/pemerintah.
·
Kepercayaan kepada Tuhan
Kepercayaan kepada Tuhan yang maha kuasa itu amat penting, karena
keberadaan manusia itu bukan dengan sendirinya, tctapi diciptakan oleh Tuhan.
Kepercayaan berarti keyakinan dan pengakuan akan kebenaran. Kepercayaanitu amat
penting, karena merupakan tali kuat yang dapat menghubungkan rasa manusia
dcngan Tuhannya. Bagaimana Tuhan dapat menolong umatnya, apabila umat itu tidak
mcmpunyai kepercayaan kcpada Tuhannya, sebab tidak ada tali penghubung yang
mengalirkan daya kekuatannya. Oleh karcna itu jika manusia berusaha agar
mendapat pertolongan dari padanya, manusia harus percaya kcpada Tuhan, sebab
Tuhanlah yang selalu menyertai manusia. Kepercayaan atau pengakuan akan adanya
zat yang maha tinggi yang menciptakan alam semesta seisinya merupakan
konsekoensinya tiap-tiap umat beragama dalam melakukan pemujaan kcpada zat
tersebut.
·
Menyebutkan usaha manusia untuk
meningkatkan rasa percaya kepada Tuhannya.
Berbagai usaha dilakukan manusia untuk meningkatkan rasa percaya
kepada Tuhannya. Usaha itu bergantung kepada
pribadi kondisi, situasi, dan lingkungan. Usaha itu antara lain :
·
Meningkatkan ketaqwaan
kita dengan jalan meningkatkan ibadah
·
Meningkatkan
pengabdian kita kepada masyarakat
·
Meningkatkan
kecintaan kita kepada sesama manusia
dengan jalan suka menolong, dermawan, dan
sebagainya
·
Mengurangi nafsu
mengumpulkan harta yang berlebihan
·
Menekan perasaan
negatif seperti iri, dengki, fitnah, dan sebagainya
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan dan saran
Harapan atau asa adalah bentuk dasar dari kepercayaan akan
sesuatu yang diinginkan akan didapatkan atau suatu kejadian akan bebuah
kebaikan di waktu yang akan datang. Pada umumnya harapan berbentuk
abstrak, tidak tampak, namun diyakini bahkan terkadang, dibatin dan dijadikan
sugesti agar terwujud.
Namun adakalanya harapan tertumpu pada seseorang atau sesuatu. Pada
praktiknya banyak orang mencoba menjadikan harapannya menjadi nyata dengan cara
berdoa atau
berusaha. Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti
manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai
harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya.Harapan tersebut
tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan
masing-masing.
DAFTAR PUSTAKA
Widyo Nugroho, Achmad Muchji. 1996. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta :
Universitas Gunadarma
Suyadi M.P. Drs., Buku Materi Pokok Ilmu Budaya Dasar, Depdikbud U.T.
1984-1985.
http://ilmubudayadasarardhi.blogspot.co.id/2012/11/manusia-dan-harapan.htmlhttps://fauzanbrs94.wordpress.com/2015/03/16/manusia-dan-harapan-ilmu-budaya-dasar/

Komentar
Posting Komentar